# PRD Penyusunan Laporan Studi Kelayakan Pengembangan CMU RSUD KH Ahmad Hanafiah Sukadana

## 1. Ringkasan Produk/Dokumen

Dokumen ini adalah bahan awal/PRD untuk menyusun laporan bergaya **Studi Kelayakan / Feasibility Study** seperti file `Laporan FS RSU Sofifi 10112020.pdf`, tetapi disesuaikan untuk konteks **RSUD KH Ahmad Hanafiah - Sukadana** dan rencana pengembangan **Central Medical Unit (CMU) / Gedung Layanan Terintegrasi**.

Sumber awal yang digunakan:

1. `SWOT dan CMU RSUD KH AHMAD HANAFIAH-SUKADANA.pptx`
2. `rekap tahunan indikator makro. 2020-2025.xlsx`
3. Referensi struktur laporan: `Laporan FS RSU Sofifi 10112020.pdf`
4. Penguatan data eksternal melalui Exa MCP (`web_search_exa` dan `web_fetch_exa`), terutama untuk kebijakan SIHREN/KJSU-KIA, KRIS, transformasi layanan rujukan, dan konteks kesehatan Lampung Timur.

Output draft yang sudah diperkuat tersedia pada `dokumen/Laporan_FS_CMU_RSUD_KH_Ahmad_Hanafiah_Draft.md`.

Rujukan mapping agar hasil PDF mengikuti sampel tersedia pada `dokumen/MAPPING_SAMPEL_PDF_KE_FS_CMU.md`. Dokumen mapping tersebut mencatat bab/halaman sampel PDF, bagian yang dipertahankan sebagai template, bagian yang diganti total, dan data pengganti yang dibutuhkan.

## 2. Tujuan Dokumen

PRD ini bertujuan menjadi panduan penyusunan laporan lengkap yang memuat:

- dasar kebutuhan pengembangan CMU;
- arah strategis RSUD KH Ahmad Hanafiah tahun 2026-2030;
- analisis kondisi eksternal dan internal;
- analisis SWOT;
- konsep pengembangan layanan terintegrasi;
- analisis kebutuhan ruang dan fasilitas;
- estimasi biaya awal;
- kebutuhan data lanjutan;
- alur kerja penyusunan laporan akhir.

## 3. Latar Belakang

RSUD KH Ahmad Hanafiah - Sukadana diarahkan menjadi rumah sakit rujukan regional yang modern, terintegrasi, unggul dalam pelayanan jantung, berbasis digital, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Pengembangan **Central Medical Unit (CMU)** dirancang sebagai ikon transformasi layanan rumah sakit dengan konsep **one stop service**, yaitu pelayanan cepat dan terintegrasi dari IGD, diagnostik, tindakan, rawat intensif, hingga rawat inap KRIS.

Kebutuhan pengembangan ini didorong oleh beberapa faktor:

- meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan rumah sakit yang cepat, modern, dan terintegrasi;
- tingginya kebutuhan layanan jantung dan kegawatdaruratan kardiovaskular;
- kebutuhan penguatan sistem rujukan regional;
- peluang peningkatan pendapatan BLUD melalui layanan spesialistik, eksekutif, dan non-JKN;
- kebutuhan digitalisasi SIMRS, rekam medis elektronik, dashboard manajemen, dan integrasi layanan.

## 4. Visi, Misi, dan Nilai Organisasi

### 4.1 Visi 2026-2030

Menjadi rumah sakit rujukan regional yang modern, terintegrasi, unggul dalam pelayanan jantung, berbasis digital, dan berorientasi pada keselamatan pasien melalui pengembangan Central Medical Unit (CMU) sebagai ikon layanan kesehatan Kabupaten Lampung Timur.

### 4.2 Misi

1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, aman, dan berorientasi pada mutu serta keselamatan pasien.
2. Mengembangkan layanan unggulan jantung terpadu mulai dari emergency cardiac care, diagnostik, ICU, hingga rehabilitasi medik.
3. Membangun dan mengoptimalkan CMU sebagai pusat layanan terintegrasi one stop service modern.
4. Mengembangkan sistem digitalisasi rumah sakit melalui penguatan SIMRS, rekam medis elektronik, integrasi layanan, dan manajemen data.
5. Meningkatkan kompetensi SDM kesehatan yang profesional, adaptif, dan berbudaya pelayanan prima.
6. Memperkuat tata kelola BLUD yang sehat, efisien, transparan, dan berorientasi kinerja.
7. Memperluas jejaring rujukan dan kolaborasi dengan pemerintah, BPJS, rumah sakit jejaring, institusi pendidikan, dan mitra strategis lainnya.

### 4.3 Nilai Organisasi: CMU-CARE

- **Collaborative**: bekerja terintegrasi lintas profesi.
- **Modern**: adaptif terhadap teknologi dan inovasi.
- **Unggul**: berorientasi mutu dan kompetensi tinggi.
- **Cepat**: responsif terhadap kebutuhan pasien.
- **Akurat**: tepat dalam diagnosis, tindakan, dan pengambilan keputusan.
- **Ramah**: menghadirkan pelayanan humanis.
- **Empati**: berorientasi pada keselamatan dan pengalaman pasien.

## 5. Sasaran Laporan Akhir

Laporan akhir yang disusun dari PRD ini diharapkan dapat digunakan sebagai:

- dokumen awal studi kelayakan pengembangan CMU;
- bahan paparan kepada pemerintah daerah, manajemen RSUD, DPRD, Bappeda, Dinas Kesehatan, atau calon pemberi pembiayaan;
- dasar penyusunan master plan, DED, RAB, KAK, atau dokumen perencanaan lanjutan;
- dasar justifikasi pengembangan layanan unggulan jantung dan gedung layanan terintegrasi.

## 6. Ruang Lingkup Laporan

Ruang lingkup laporan mencakup:

1. analisis regulasi dan kebijakan kesehatan;
2. gambaran umum Kabupaten Lampung Timur;
3. analisis indikator makro ekonomi 2020-2025;
4. analisis kebutuhan layanan kesehatan regional;
5. analisis kondisi internal RSUD KH Ahmad Hanafiah;
6. analisis SWOT;
7. konsep pengembangan CMU;
8. konsep layanan unggulan jantung;
9. konsep digitalisasi rumah sakit;
10. kebutuhan SDM, alat kesehatan, dan sistem informasi;
11. kebutuhan ruang dan bangunan;
12. estimasi biaya awal;
13. risiko, mitigasi, dan rencana implementasi;
14. kesimpulan dan rekomendasi.

## 7. Target Struktur dan Daftar Isi Laporan Studi Kelayakan

Target struktur laporan akhir mengikuti urutan `Laporan FS RSU Sofifi 10112020.pdf`, yaitu halaman awal, BAB 1 sampai BAB 14, daftar tabel, daftar gambar, daftar grafik, dan pola nomor halaman per bab. Detail bagian mana yang diganti/dipertahankan mengacu pada `MAPPING_SAMPEL_PDF_KE_FS_CMU.md`.

Prinsip replikasi:

- struktur dan urutan bab dari sampel dipertahankan;
- konten Sofifi/Maluku Utara diganti menjadi RSUD KH Ahmad Hanafiah/Lampung Timur;
- data wilayah menggunakan BPS Lampung/Lampung Timur dan sumber resmi lain;
- data internal menggunakan data primer RSUD;
- bila data belum tersedia, diberi penanda `DATA RSUD DIPERLUKAN` atau `DATA BPS/DINKES DIPERLUKAN`;
- layout final `hasil.pdf` perlu meniru ukuran halaman, margin, font, heading, header/footer, nomor halaman, gaya tabel/gambar/grafik dari sampel.

## 7.1 Daftar Isi Usulan Laporan Studi Kelayakan

### Halaman Awal

- Sampul
- Kata Pengantar
- Ringkasan Eksekutif
- Daftar Isi
- Daftar Tabel
- Daftar Gambar
- Daftar Grafik
- Daftar Singkatan

### BAB 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang  
1.2 Maksud dan Tujuan  
1.3 Sasaran Penyusunan Laporan  
1.4 Ruang Lingkup Kegiatan  
1.5 Dasar Hukum dan Regulasi  
1.6 Metodologi Penyusunan  
1.7 Sistematika Penulisan  

### BAB 2 Gambaran Umum Wilayah dan Kondisi Eksternal

2.1 Gambaran Umum Kabupaten Lampung Timur  
2.2 Kondisi Geografis dan Administratif  
2.3 Kondisi Demografi  
2.4 Kondisi Sosial Ekonomi  
2.5 Indikator Makro Ekonomi Tahun 2020-2025  
2.6 Kondisi Kesehatan Masyarakat  
2.7 Sistem Rujukan dan Jejaring Fasilitas Kesehatan  
2.8 Peluang dan Tantangan Pengembangan Rumah Sakit  

### BAB 3 Profil dan Kondisi Internal RSUD KH Ahmad Hanafiah

3.1 Sejarah Singkat Rumah Sakit  
3.2 Visi, Misi, dan Nilai Organisasi  
3.3 Struktur Organisasi  
3.4 Jenis Pelayanan Eksisting  
3.5 Sarana dan Prasarana Eksisting  
3.6 Sumber Daya Manusia  
3.7 Kinerja Pelayanan Rumah Sakit  
3.8 Kinerja Keuangan dan BLUD  
3.9 Sistem Informasi Rumah Sakit  
3.10 Permasalahan Internal Utama  

### BAB 4 Analisis SWOT dan Arah Strategis

4.1 Analisis Kekuatan / Strengths  
4.2 Analisis Kelemahan / Weaknesses  
4.3 Analisis Peluang / Opportunities  
4.4 Analisis Ancaman / Threats  
4.5 Matriks Strategi SWOT  
4.6 Arah Strategis Renstra 2026-2030  
4.7 Prioritas Strategis Pengembangan CMU  

### BAB 5 Analisis Kebutuhan dan Permintaan Layanan

5.1 Analisis Kebutuhan Layanan Regional  
5.2 Analisis Kebutuhan Layanan Jantung  
5.3 Analisis Kebutuhan Emergency Cardiac Care  
5.4 Analisis Kebutuhan ICU/ICCU  
5.5 Analisis Kebutuhan Diagnostik Terpadu  
5.6 Analisis Kebutuhan Rawat Inap KRIS  
5.7 Analisis Segmentasi, Targeting, dan Positioning  
5.8 Proyeksi Kunjungan dan Demand Layanan  

### BAB 6 Konsep Pengembangan Central Medical Unit (CMU)

6.1 Definisi dan Peran CMU  
6.2 Konsep One Stop Service  
6.3 Alur Layanan Terintegrasi  
6.4 Konsep Integrated Emergency & Acute Care Building  
6.5 Keterkaitan CMU dengan Layanan Unggulan Jantung  
6.6 Keterkaitan CMU dengan Transformasi Digital  
6.7 Branding CMU sebagai Ikon Rumah Sakit Modern Regional  

### BAB 7 Program Ruang dan Konsep Bangunan

7.1 Kebutuhan Luas Bangunan  
7.2 Konsep Bangunan 4 Lantai  
7.3 Pembagian Fungsi Per Lantai  
7.4 Kebutuhan Ruang Pelayanan Medis  
7.5 Kebutuhan Ruang Penunjang Medis  
7.6 Kebutuhan Ruang Penunjang Non-Medis  
7.7 Kebutuhan Utilitas dan MEP Rumah Sakit  
7.8 Konsep Keselamatan, Aksesibilitas, dan Alur Pasien  

### BAB 8 Pengembangan Layanan Unggulan Jantung

8.1 Justifikasi Layanan Unggulan Jantung  
8.2 Emergency Cardiac Response 24 Jam  
8.3 Klinik Jantung Terpadu  
8.4 Echocardiography  
8.5 Cath Lab Bertahap  
8.6 ICU/ICCU  
8.7 Rehabilitasi Medik Jantung  
8.8 Jejaring Rujukan Layanan Jantung  

### BAB 9 Transformasi Digital Rumah Sakit

9.1 Penguatan SIMRS  
9.2 Rekam Medis Elektronik  
9.3 Dashboard Manajemen Real Time  
9.4 Bridging BPJS dan SISRUTE  
9.5 Digital KPI Monitoring  
9.6 Keamanan Data Kesehatan  
9.7 Roadmap Smart Hospital Workflow  

### BAB 10 Kebutuhan SDM, Alat Kesehatan, dan Operasional

10.1 Kebutuhan SDM Medis  
10.2 Kebutuhan SDM Keperawatan dan Penunjang  
10.3 Kebutuhan Dokter Spesialis dan Subspesialis  
10.4 Talent Mapping dan Clinical Privilege  
10.5 Kebutuhan Pelatihan Emergency Cardiac Care  
10.6 Kebutuhan Alat Kesehatan  
10.7 Kebutuhan Operasional dan Pemeliharaan  

### BAB 11 Analisis Biaya dan Pembiayaan

11.1 Asumsi Dasar Perhitungan Biaya  
11.2 Estimasi Luas Bangunan  
11.3 Estimasi Biaya Struktur dan Arsitektur  
11.4 Estimasi Biaya MEP Rumah Sakit  
11.5 Estimasi Biaya Alat Kesehatan  
11.6 Estimasi Biaya Interior dan Fasilitas Pendukung  
11.7 Alternatif Sumber Pembiayaan  
11.8 Strategi Penguatan Pendapatan BLUD  

### BAB 12 Analisis Risiko dan Mitigasi

12.1 Risiko Pembiayaan  
12.2 Risiko SDM Spesialis  
12.3 Risiko Operasional Gedung Modern  
12.4 Risiko Integrasi Digital  
12.5 Risiko Overload Pasien  
12.6 Risiko Perubahan Regulasi BPJS/JKN  
12.7 Strategi Mitigasi Risiko  

### BAB 13 Roadmap Implementasi

13.1 Tahapan Pengembangan 2026-2030  
13.2 Quick Wins Tahun Pertama  
13.3 Tahapan Pembangunan Fisik  
13.4 Tahapan Pengadaan Alat Kesehatan  
13.5 Tahapan Penguatan SDM  
13.6 Tahapan Digitalisasi  
13.7 Indikator Kinerja Utama / KPI  

### BAB 14 Kesimpulan dan Rekomendasi

14.1 Kesimpulan Kelayakan Awal  
14.2 Rekomendasi Pengembangan CMU  
14.3 Rekomendasi Pengembangan Layanan Jantung  
14.4 Rekomendasi Penguatan SDM dan Digitalisasi  
14.5 Rekomendasi Data Lanjutan  
14.6 Rekomendasi Tindak Lanjut  

### Lampiran

- Data indikator makro ekonomi 2020-2025
- Matriks SWOT
- Konsep denah/zonasi CMU
- Estimasi kebutuhan ruang
- Estimasi biaya awal
- Dokumentasi pendukung

## 8. Bahan Isi Awal per Bab

### BAB 1 Pendahuluan

Bahan narasi:

Pengembangan RSUD KH Ahmad Hanafiah - Sukadana diarahkan untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan regional yang semakin kompleks. Rumah sakit perlu memperkuat kapasitas pelayanan, integrasi alur pasien, layanan unggulan jantung, digitalisasi, dan tata kelola BLUD. CMU menjadi instrumen utama untuk menciptakan pelayanan one stop service yang cepat, efisien, dan modern.

### BAB 2 Gambaran Umum Wilayah dan Kondisi Eksternal

Data awal dari Excel menunjukkan beberapa indikator ekonomi Kabupaten Lampung Timur tahun 2020-2025:

| Indikator | 2020 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 |
|---|---:|---:|---:|---:|---:|---:|
| Pertumbuhan ekonomi dengan migas (%) | -2,26 | 0,24 | 2,02 | 3,51 | 4,62 | 4,65 |
| Pertumbuhan ekonomi tanpa migas (%) | -0,33 | 1,79 | 5,13 | 4,74 | 4,96 | 7,25 |
| PDRB per kapita dengan migas (juta Rp) | 36,71 | 39,14 | 43,95 | 46,28 | 49,27 | 52,31 |
| PDRB per kapita tanpa migas (juta Rp) | 29,90 | 30,38 | 33,02 | 36,46 | 39,24 | 43,31 |
| Gini Ratio | 0,315 | 0,284 | 0,283 | 0,315 | 0,278 | 0,261 |
| TPT (%) | 2,64 | 3,05 | 3,30 | 3,09 | 3,02 | 3,18 |
| Persentase penduduk miskin (%) | 14,62 | 15,08 | 13,98 | 13,80 | 13,19 | 12,15 |
| Skor Pola Pangan Harapan | 85,6 | 89,5 | 91,5 | 91,3 | 89,8 | 90,12 |

Data tambahan:

- PDRB menurut lapangan usaha harga berlaku 2025 dengan migas: Rp60.936,45 miliar.
- PDRB menurut lapangan usaha harga berlaku 2025 tanpa migas: Rp50.443,33 miliar.

Interpretasi awal:

- Ekonomi daerah menunjukkan tren pemulihan setelah kontraksi tahun 2020.
- PDRB per kapita meningkat dari tahun ke tahun.
- Persentase penduduk miskin cenderung menurun sampai 2025.
- Kondisi ini dapat menjadi dasar awal bahwa kemampuan dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih baik cenderung meningkat.

### BAB 3 Profil dan Kondisi Internal RSUD

Data yang sudah tersedia dari PPT:

- Rumah sakit diarahkan sebagai rujukan regional.
- Fokus pengembangan: CMU, layanan jantung, digitalisasi, BLUD, SDM, dan jejaring rujukan.

Data yang masih perlu dilengkapi:

- jumlah tempat tidur eksisting;
- BOR, ALOS, TOI, BTO, NDR, GDR;
- jumlah kunjungan rawat jalan, IGD, rawat inap;
- jumlah SDM per profesi;
- daftar alat kesehatan eksisting;
- kondisi bangunan eksisting;
- status akreditasi;
- data keuangan BLUD 3-5 tahun terakhir.

### BAB 4 Analisis SWOT

#### Strengths / Kekuatan

- Status rumah sakit pemerintah daerah dengan dukungan regulasi dan pembiayaan pemerintah.
- Lokasi strategis sebagai pusat rujukan wilayah Lampung Timur dan sekitarnya.
- Pengembangan CMU sebagai ikon transformasi layanan modern.
- Konsep pelayanan terintegrasi one stop service.
- Rencana layanan unggulan jantung dengan kebutuhan tinggi dan market besar.
- Potensi peningkatan pendapatan BLUD melalui layanan spesialistik dan eksekutif.
- Dukungan digitalisasi SIMRS dan rekam medis elektronik.
- Ketersediaan lahan dan peluang pengembangan fisik.

#### Weaknesses / Kelemahan

- Keterbatasan SDM subspesialis, terutama dokter spesialis jantung, ICU, dan penunjang kritikal.
- Ketergantungan terhadap pembiayaan BPJS/JKN.
- Sistem informasi dan integrasi data pelayanan masih perlu diperkuat.
- Keterbatasan alat kesehatan berteknologi tinggi.
- Budaya pelayanan dan transformasi organisasi belum sepenuhnya seragam.
- Keterbatasan kapasitas ICU, OK emergensi, dan layanan kritikal.
- Risiko tingginya biaya operasional gedung modern dan pemeliharaan alat kesehatan.

#### Opportunities / Peluang

- Tingginya prevalensi penyakit kardiovaskular di Indonesia.
- Dukungan transformasi kesehatan nasional dan penguatan sistem rujukan.
- Potensi dukungan DAK, hibah, SMI, maupun pembiayaan pusat.
- Perkembangan teknologi kesehatan digital dan telemedicine.
- Potensi peningkatan kunjungan pasien rujukan dari kabupaten sekitar.
- Peluang layanan eksekutif dan non-JKN.
- Kerja sama pendidikan, pelatihan, dan jejaring dengan rumah sakit pusat jantung nasional/fakultas kedokteran.
- Pertumbuhan kebutuhan masyarakat terhadap layanan cepat, modern, dan terintegrasi.

#### Threats / Ancaman

- Persaingan dengan rumah sakit swasta dan rumah sakit rujukan provinsi yang lebih maju.
- Perubahan regulasi dan tarif BPJS/JKN yang dapat memengaruhi cashflow BLUD.
- Tingginya biaya investasi dan maintenance alat kesehatan modern.
- Risiko kekurangan dokter spesialis.
- Perubahan ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan.
- Ancaman gangguan sistem digital dan keamanan data kesehatan.
- Ketidakstabilan ekonomi yang memengaruhi kemampuan pembiayaan daerah.
- Risiko overload pasien jika rujukan meningkat tanpa kapasitas layanan memadai.

### BAB 5 Analisis Kebutuhan dan Permintaan Layanan

Bahan awal:

- CMU perlu dikembangkan karena pelayanan akut dan emergensi membutuhkan alur cepat.
- Layanan jantung menjadi prioritas karena penyakit kardiovaskular merupakan salah satu kebutuhan layanan strategis di Indonesia.
- Konsep integrasi IGD, radiologi, tindakan, ICU/ICCU, dan rawat inap KRIS dapat mengurangi waktu tunggu dan perpindahan pasien.

Data yang perlu dilengkapi:

- data prevalensi penyakit jantung Kabupaten Lampung Timur;
- data 10 besar penyakit RSUD;
- data rujukan masuk dan keluar;
- data kasus emergensi kardiovaskular;
- kapasitas ICU/ICCU eksisting;
- waiting time IGD dan pelayanan penunjang.

### BAB 6 Konsep Pengembangan CMU

Konsep utama:

- CMU sebagai **Integrated Emergency & Acute Care Building**.
- Luas total bangunan awal: ±4.800 m².
- Jumlah lantai: 4 lantai.
- Dimensi tapak: ±42,5 m × 28,2 m.
- Estimasi luas efektif per lantai: ±1.200 m² gross area.
- Alur pelayanan: IGD → diagnostik → tindakan → rawat intensif → rawat inap KRIS.

Prinsip desain:

- pelayanan cepat terintegrasi;
- alur pasien efisien;
- diagnostik dan tindakan dalam satu gedung;
- rawat inap KRIS di lantai atas;
- mendukung RS tipe C menuju modernisasi layanan.

### BAB 7 Program Ruang dan Konsep Bangunan

Usulan pembagian fungsi per lantai perlu disesuaikan dengan denah final. Bahan awal:

- Lantai 1: IGD modern, triase, resusitasi, radiologi cepat, laboratorium cepat, farmasi satelit.
- Lantai 2: ruang tindakan, OK emergensi, diagnostik lanjutan, observasi akut.
- Lantai 3: ICU/ICCU, HCU, ruang isolasi kritikal.
- Lantai 4: rawat inap KRIS atau rawat inap transisi sesuai kebutuhan.

Catatan: pembagian ini masih perlu diverifikasi dengan denah pada PPT dan kebutuhan teknis rumah sakit.

### BAB 8 Pengembangan Layanan Unggulan Jantung

Program prioritas:

- cardiac emergency response 24 jam;
- penguatan ICU/ICCU;
- echocardiography;
- cath lab bertahap;
- klinik jantung terpadu;
- preventive cardiac center;
- rehabilitasi medik jantung.

### BAB 9 Transformasi Digital Rumah Sakit

Program prioritas:

- full electronic medical record;
- dashboard manajemen real time;
- bridging BPJS dan SISRUTE optimal;
- digital KPI monitoring;
- integrasi data layanan;
- keamanan data kesehatan.

### BAB 10 Kebutuhan SDM, Alat Kesehatan, dan Operasional

Program prioritas:

- talent mapping;
- clinical privilege berbasis kompetensi;
- pelatihan emergency cardiac care;
- budaya service excellence;
- penguatan SDM spesialis jantung, anestesi, penyakit dalam, bedah, radiologi, patologi klinik, dan intensivis;
- penguatan SDM perawat ICU/ICCU, perawat IGD, radiografer, analis laboratorium, rekam medis, IT, dan teknisi elektromedis.

### BAB 11 Analisis Biaya dan Pembiayaan

Asumsi biaya dari PPT:

- Bangunan standar menengah Indonesia 2025-2026: Rp4-6 juta/m².
- Struktur dan arsitektur RS standar: ±Rp9-11 juta/m².
- Dengan MEP rumah sakit: ±Rp12-15 juta/m².
- Jika alat high-end dan interior premium: >Rp18 juta/m².

Estimasi kasar berbasis luas 4.800 m²:

| Skenario | Biaya per m² | Estimasi Total |
|---|---:|---:|
| Struktur dan arsitektur standar RS | Rp9-11 juta | Rp43,2-52,8 miliar |
| Dengan MEP rumah sakit | Rp12-15 juta | Rp57,6-72 miliar |
| High-end/premium | >Rp18 juta | >Rp86,4 miliar |

Catatan: angka di atas belum termasuk detail alat kesehatan, konsultan perencana, MK, perizinan, pajak, site development, cadangan risiko, dan escalation cost.

### BAB 12 Risiko dan Mitigasi

| Risiko | Dampak | Mitigasi |
|---|---|---|
| Keterbatasan dokter spesialis | Layanan unggulan tidak optimal | kerja sama jejaring, rekrutmen, kontrak layanan, fellowship |
| Ketergantungan BPJS/JKN | cashflow BLUD terganggu | diversifikasi layanan non-JKN dan eksekutif |
| Biaya investasi tinggi | proyek tertunda | pentahapan pembangunan dan multi-source financing |
| Integrasi digital belum siap | data tidak real time | roadmap SIMRS dan tata kelola data |
| Overload pasien | mutu layanan turun | penambahan kapasitas bertahap dan manajemen rujukan |
| Maintenance alat mahal | biaya operasional tinggi | kontrak maintenance dan lifecycle costing |

### BAB 13 Roadmap Implementasi

Usulan roadmap 2026-2030:

| Tahun | Fokus |
|---|---|
| 2026 | finalisasi FS, master plan, DED, pematangan pembiayaan, quick wins digitalisasi |
| 2027 | pembangunan tahap awal CMU, penguatan IGD dan cardiac emergency response |
| 2028 | penguatan ICU/ICCU, diagnostik, SDM, dan integrasi SIMRS/RME |
| 2029 | pengembangan layanan jantung lanjutan, cath lab bertahap, layanan eksekutif |
| 2030 | optimalisasi CMU, evaluasi KPI, penguatan jejaring rujukan regional |

### BAB 14 Kesimpulan dan Rekomendasi

Kesimpulan awal:

- Pengembangan CMU relevan dengan visi RSUD KH Ahmad Hanafiah sebagai rumah sakit rujukan regional modern.
- Konsep one stop service dapat meningkatkan efisiensi alur pasien dan mutu layanan.
- Layanan unggulan jantung memiliki justifikasi strategis, namun membutuhkan kesiapan SDM, alat, pembiayaan, dan jejaring rujukan.
- Digitalisasi menjadi komponen penting agar CMU dapat berjalan sebagai smart hospital workflow.
- Perlu kajian lanjutan berbasis data operasional rumah sakit, data epidemiologi lokal, data teknis lahan, dan analisis finansial rinci.

Rekomendasi:

1. Menyusun studi kelayakan lengkap berbasis data primer dan sekunder.
2. Melengkapi data internal rumah sakit minimal 3-5 tahun terakhir.
3. Menyusun master plan dan DED CMU.
4. Menyusun RAB rinci, termasuk MEP, alat kesehatan, interior, IT, dan site development.
5. Menyusun strategi pembiayaan bertahap.
6. Menyiapkan roadmap SDM spesialis dan pelatihan layanan jantung.
7. Memperkuat SIMRS, RME, dashboard manajemen, dan integrasi BPJS/SISRUTE.

## 9. Flowchart Penyusunan Laporan

```mermaid
flowchart TD
    A[Mulai] --> B[Kumpulkan Data Awal]
    B --> C[Analisis Dokumen PPT CMU]
    B --> D[Analisis Data Ekonomi Excel]
    B --> E[Pelajari Struktur Referensi FS RSU Sofifi]

    C --> F[Susun Visi Misi SWOT dan Konsep CMU]
    D --> G[Susun Analisis Ekonomi Wilayah]
    E --> H[Susun Kerangka Daftar Isi Laporan]

    F --> I[Identifikasi Kebutuhan Data Tambahan]
    G --> I
    H --> I

    I --> J[Analisis Internal RSUD]
    I --> K[Analisis Eksternal dan Demand]
    I --> L[Analisis Teknis Bangunan dan Ruang]
    I --> M[Analisis Biaya dan Pembiayaan]

    J --> N[Susun Draft Laporan FS]
    K --> N
    L --> N
    M --> N

    N --> O[Review Manajemen RSUD dan Pemda]
    O --> P{Data dan Narasi Sudah Lengkap?}
    P -- Belum --> I
    P -- Ya --> Q[Finalisasi Laporan]
    Q --> R[Selesai]
```

## 10. Flowchart Alur Layanan CMU

```mermaid
flowchart TD
    A[Pasien Datang] --> B[Triase IGD]
    B --> C{Kondisi Pasien}

    C -- Gawat Darurat --> D[Resusitasi dan Stabilisasi]
    C -- Non Gawat Darurat --> E[Registrasi dan Pemeriksaan Awal]

    D --> F[Diagnostik Cepat]
    E --> F

    F --> G{Kebutuhan Layanan}
    G -- Cardiac Emergency --> H[Emergency Cardiac Care]
    G -- Tindakan Emergensi --> I[OK Emergensi / Ruang Tindakan]
    G -- Observasi --> J[Observasi Akut]
    G -- Intensif --> K[ICU / ICCU / HCU]

    H --> K
    I --> K
    J --> L[Rawat Inap KRIS]
    K --> L
    L --> M[Rehabilitasi / Kontrol Rawat Jalan]
    M --> N[Pasien Pulang / Rujuk Lanjut]
```

## 11. Matriks Kebutuhan Data Lanjutan

| Kelompok Data | Data yang Dibutuhkan | Sumber Potensial | Tujuan Analisis |
|---|---|---|---|
| Profil RSUD | kelas RS, status akreditasi, jumlah TT, layanan eksisting | manajemen RSUD | dasar profil internal |
| Kinerja pelayanan | BOR, ALOS, TOI, BTO, NDR, GDR, kunjungan RJ/RI/IGD | rekam medis, SIMRS | analisis demand dan kapasitas |
| SDM | jumlah dokter, spesialis, perawat, nakes lain, non-nakes | bagian SDM | analisis gap SDM |
| Keuangan | pendapatan BLUD, belanja, klaim BPJS, piutang | bagian keuangan | analisis kelayakan finansial |
| Alkes | daftar alat eksisting, kondisi, umur, kebutuhan baru | IPSRS/asset | rencana pengadaan alkes |
| Bangunan | luas lahan, site plan, denah, utilitas, akses | bagian umum/teknis | analisis teknis CMU |
| Epidemiologi | 10 besar penyakit, kasus jantung, rujukan | Dinkes, RSUD, BPJS | justifikasi layanan unggulan |
| Wilayah | demografi, ekonomi, kemiskinan, transportasi | BPS/Bappeda | analisis eksternal |

## 12. Output yang Direkomendasikan

Dokumen akhir sebaiknya disusun dalam beberapa output:

1. **Laporan Studi Kelayakan Lengkap**  
   Dokumen utama dengan struktur BAB 1 sampai BAB 14.

2. **Ringkasan Eksekutif**  
   Versi singkat 10-20 halaman untuk pimpinan daerah dan pengambil keputusan.

3. **Paparan PowerPoint**  
   Slide ringkas berisi urgensi, konsep CMU, estimasi biaya, roadmap, dan rekomendasi.

4. **Lampiran Data**  
   Tabel indikator makro, kinerja RSUD, kebutuhan ruang, kebutuhan SDM, dan estimasi biaya.

## 13. Catatan Penting

PRD ini adalah bahan awal berdasarkan data yang saat ini tersedia. Untuk menjadi laporan feasibility study yang kuat seperti referensi RSU Sofifi, masih diperlukan data primer dan data teknis tambahan dari RSUD KH Ahmad Hanafiah, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Dinas Kesehatan, BPS, BPJS, serta dokumen perencanaan daerah.

Penguatan berbasis Exa MCP sudah digunakan pada draft laporan untuk menambahkan:

- acuan SIHREN/KJSU-KIA Kementerian Kesehatan sebagai dasar penguatan layanan rujukan madya kabupaten/kota;
- konteks transformasi layanan rujukan untuk Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan KIA;
- acuan KRIS/Perpres 59 Tahun 2024 sebagai dasar desain rawat inap standar;
- konteks morbiditas dan PTM Lampung Timur sebagai justifikasi kebutuhan layanan jantung dan acute care.

Data eksternal tersebut tetap perlu diverifikasi ulang dalam dokumen FS final, terutama bila akan digunakan untuk pengambilan keputusan investasi, penganggaran, atau proposal pembiayaan.